- Back to Home »
- 2016-04 April 2016 »
- Ya Beginilah
Namo Buddhaya selamat siang teman-teman sedhamma
Ya beginilah
Ven Luangpoh Chah
Dimana Dhamma? Segenap Dhamma sedang duduk disini bersama kita. Apa pun yang Anda alami adalah benar, seperti apa adanya. Ketika Anda menjadi tua, jangan pikir bahwa itu ada sesuatu yang salah dengan Anda. Ketika punggung Anda sakit, jangan pikir itu semacam kekeliruan. Jika Anda menderita, jangan pikir itu ada yang salah. Jika Anda bahagia, jangan pikir kalau ini adalah kebetulan atau anugerah.
Semuanya ini adalah Dhamma, Penderitaan adalah penderitaan. Kebahagiaan hanyalah kebahagiaan. Panas hanyalah panas. Dingin hanyalah dingin. Dhamma bukanlah "Aku bahagia, aku menderita, aku baik, aku buruk, aku mendapatkan sesuatu, aku kehilangan sesuatu. "Apakah ada yang bisa dihilangkan seseorang? Tidak ada sama sekali. Mendaptakan sesuatu dalah Dhamma. Kehilangan sesuatu juga adalah Dhamma. Dhamma berarti tidak melekati pada kondisi-kondisi ini, namun hanya mengenali mereka apa adanya. Jika Anda memiliki kebahagiaan, Anda sadari, "Oh! itu kebahagiaan, tidaklah tetap." Jika Anda menderita, Anda sadari, "Oh! Duka, ini juga tidaklah tetap." "Oh, ini jadi benar-benar baik!"--tidaklah tetap. "Itu benar-benar jadi buruk!"--tidak tetap. Mereka punya keterbatasan, maka jangan berpegang begitu erat pada mereka.
Buddha mengajarkan mengenai hal ketidaktetapan. Beginilah segala sesuatu sebagaimana adanya--mereka tidak mengikuti kehendak siapa pun. Itulah kebenaran mulia. Ketidaktetapan mengusai dunia, dan itu adalah sesuatu yang tetap. Inilah titik tempat dimana kita dikelabui, jadi inilah tempat dimana seharusnya Anda lihat. Apa pun yang terjadi, kenali lah itu sebagai kebenaran. Segala sesuatu benar dan mengikuti sifat alaminya sendiri, yaitu pergerakan dan terus berubah. Begitu juga dengan tubuh kita. Semua fenomena badan dan batin pun juga demikian. Kita tidak bisa menghentikan mereka; mereka tidak bisa dibuat diam. Tidak diam berarti sifat mereka adalah tidak tetap. Jika kita tidak menolak dan menerima kenyataan ini, maka dimana pun kita berada, kita akan bahagia. Dimana pun kita duduk, kita bahagia. Dimana pun kita tidur, kita bahagia. Bahkan ketika kita menjadi tua, kita tak akan menggubrisnya. Anda berdiri dan punggung Anda sakit, lalu Anda berpikir, "Ya, inilah kira-kira benar seperti ini. "Itu benar, jadi jangan melawannya. Ketika rasa sakit berhenti,Anda mungkin berpikir, "Ah! Lebih baik!" Tapi itu bukannya lebih baik. Karena Anda masih hidup, jadi punggung Anda akan sakit lagi. Inilah jalan alaminya, jalan sebagaimana adanya, sehingga Anda harus terus mengarahkan batin pada perenungan ini, dan jangan membiarkan batin berpaling dan meninggalkan dari praktik. Tetap gigih di dalamnya, dan jangan memercayai segala sesuatu terlalu banyak; alih-alih, percayailah Dhamma, bahwa kehidupan itu ya seperti ini. Jangan memercayai kebahagiaan. Jangan memercayai duka. Jangan sampai terpaku untuk mengejar apa pun.
Dengan landasan seperti ini, maka apa pun yang terjadi, janganlah dipikirkan--itu bukanlah sesuatu yang tetap, itu bukanlah sesatu yang pasti. Dunia adalah seperti ini. Maka disana ada jalan bagi kita, jalan untuk menata hidup kita dan melindungi kita. Dengan penyadaran murni dan pemahaman jernih terhadap diri kita sendiri, dengan kebijaksanaan yang melingkupi--segalanya, itulah jalan dalam keselarasan. Tak ada yang bisa mengelabui kita, karena kita telah memasuki jalan. Tetaplah melihat kesini, kita bertemu Dhamma sepanjang masa.