Posted by : Unknown Wednesday, April 13, 2016

Selamat pagi teman-teman sedhamma, Namo Buddhaya

Arti Mengerti Ajaran Buddha
Ven Ajahn Chah

Orang lahir dan kemudian meninggal, kuku, gigi dan kulitpun menjadi mati dan rusak. Setelah meninggal mereka terlahir kembali. Kuku, gigi dan kulitpun secara konstan tumbuh kembali. Dengan berlatih kita akan melihat bahwa yang diluar dan didalam itu hampir sama adanya. Benda-benda juga begitu sifat alaminya, bagi yang memiliki kesadaran hakikatnya tiada berbeda. Jika kita mengerti kesamaan ini, kita seperti melihat hakikat sebuah pohon misalanya, tidak berbeda dengan kelima khanda - lima kelompok kehidupan yang membentuk kita: Tubuh, perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk mental dan kesadaran. Dengan mengerti akan hal ini, lima khanda - bagaimana mereka secara konstan berganti dan berubaha, tiada hentinya, kita melihat ini kita mengerti Dhamma.

Demikianlah ketika kita berdiri, berjalan, duduk, ataupun berbaring kita harus memiliki sataai untuk mengawasi dan memelihara pikiran. Kita amelihat alam dari luar diri kita tiada berbeda dengan yang berada didalam, sehingga dapatlaha kita katakan bahwa benih ke Buddha-an / Yang-mengetahui dalam diri ini tumbuhlah sudah. Kita mengetahui baik yang didalam maupun diluar, kita akan mengerti segala sesuatunya. Maka ketika kita berdiri dibawah sebuah pohon, kita seakan mendengarkan ajran Buddha. Ketika kita sedang berdiri, berjalan, duduk, ataupun berbaring, kita mendengar ajaran Buddha. Saat mendengar, melihat, mencium, mengecap, menyentuh, dan berpikir, kita pun seperti mendengar ajaran Buddha.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -