Posted by : Unknown Sunday, April 17, 2016

Namo Buddhaya, selamat siang

Siklus Alam Semesta

Menurut agama Buddha, alam semesta telah mengalami banyak siklus pembentukan dan kehancuran yang tidak terhitung. Periode dari terbentuknya alam semesta sampai dengan kehancurannya disebut mahakappa atau mahakalpa. Lamanya satu siklus semesta atau satu mahakappa tidak pernah dihitung dalam angka tahun yang pasti, tetapi hanya dikatakan sangat lama. Buddha menjelaskan lamanya satu mahakappa sebagai berikut:

Andaikan, para bhikkhu, terdapat sebuah batu besar yang bermassa padat, satu mil panjangnya, satu mil lebarnya, satu mil tingginya, tanpa ada retak atau cacat, dan setiap seratus tahun sekali seseorang akan datang dan menggosoknya dengan sehelai kain sutra, maka batu tersebut akan aus dan habis lebih cepat daripada satu siklus dunia. Namun dari siklus-siklus dunia tersebut, para bhikkhu, banyak yang telah dilewati, beratus-ratus, beribu-ribu, beratus-ratus ribu. Bagaimana hal ini mungkin? Tidak terbayangkan, para bhikkhu, lingkaran kehidupan (samsara) ini, tidak dapat ditemukan awal mula dari makhluk pertama, yang dihalangi oleh ketidaktahuan dan diliputi oleh nafsu keinginan, berkelana ke sana ke mari dalam lingkaran kelahiran kembali ini. (Samyutta Nikaya, XV:5)

Dengan demikian usia alam semesta dari terbentuknya sampai kehancurannya sangatlah panjang, tidak terhitung bahkan dalam milyaran tahun. Karena terdapat banyak sekali siklus pembentukan dan kehancuran alam semesta, maka tidak dapat diketahui bagaimana awal mula makhluk pertama yang terdapat dalam lingkaran kehidupan dan kematian ini. Dalam hal ini agama Buddha cenderung menganggap awal mula pertama alam semesta tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia biasa (acinteyya).

Sumber Tulisan: Artikel Kebijaksanaan Buddhis

{ 1 comments... read them below or add one }

  1. the universe has gone through many cycles of formation and destruction of countless
    togel online

    ReplyDelete

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -