Posted by : Unknown Sunday, April 10, 2016

Namo Buddhaya

"Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha"
Y. A. Shravasti Dhammika

11 April

Kesabaran seseorang seharusnya diperkuat dengan berpikir, "Mereka yang tidak mempunyai kesabaran akan menderita di dunia ini dan melakukan sesuatu yang akan membawa penderitaan pada kehidupan selanjutnya."

Ia seharusnya berpikir, "Walaupun penderitaan ini timbul karena perbuatan salah orang lain, tubuhku merupakan tempat berlangsungnya penderitaan ini, dan perbuatan yang menimbulkan penderitaan tersebut merupakan milikku"

Ia seharusnya berpikir ,"Penderitaan ini akan membebaskanku dari hutang-hutang kamma."

Ia juga seharusnya berpikir, "Jika tidak ada seorang pun pembuat kesalahan, bagaimana mungkin aku dapat menyempurnakan kesabaranku?"

Dan ia juga seharusnya berpikir, " Walaupun ia berbuat kesalahan sekarang, dahulu ia mungkin seorang yang murah hati terhadapku."

Kemudian ia seharusnya berpikir, "Seorang pembuat kesalahan sesungguhnya pada saat yang sama juga berbuat kebajikan karena melaluinya kesabaran dapat dilatih."

Selanjutnya ia juga seharusnya berpikir, "Semua makhluk bagaikan anak-anakku sendiri dan orangtua manakah yang akan menjadi marah karena kesalahan yang dilakukan oleh anak-anaknya?"

Akhirnya ia seharusnya berpikir, "Ia berbuat salah terhadapku karena kesalahan yang ada dalam diriku, aku harus berusaha untuk melenyapkan kesalahanku itu."

BUDDHA VACANA
(Sabda-sabda Sang Buddha)
Penerbit Karaniya

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -