Posted by : Unknown Friday, April 15, 2016

Selamat pagi, Namo Buddhaya teman-teman sedhamma.

Baik Jugalah
Ven Ajahn Chah

Ketika orang Barat mulai berdatangan ke Wat Pah Pong, Bhikkhu Sumedho asal Amerika adalah penerjemah dan penasihat mereka. Setelah beberapa tahun, Bhikkhu Sumedho berangkat ke India. Kemudian digantikan oleh seorang bhikkhu muda dari Amerika yang sedang dalam tahun keduanya belajar kepada Ajahn Chah mewarisi tugas sebagai penerjemah. Suatu hari beberapa umat Mormon dari pangkalan Angkatan Udara Amerika di Ubon datang untuk meminta ceramah dan nasehat mengenai Buddhisme di kapel mereka, dan tugas ini jatuh ke penerjemah muda ini.

Pada sore hari ceramah, Ajahn Chah yang akan ikut serta namun  dengan berbagai alasan dari beliau bahwa belum siap untuk bicara, dengan menyemangati bhikkhu muda itu beliau bertanya, "Pernahkah kamu mendengar istilah 'dokter saat perlu'?" , Bhikkhu itu menjawab belum pernah.

Ajahn Chah kemudian melanjutkan. "Ada dokter asli, dan ada dokter saat perlu. Dokter asli pergi ke sekolah kedokteran dan dilatih penuh untuk melakukan segala sesuatu yang seorang dokter harus lakukan. Namun ketika dokter seperti itu tidak ada, seperti desa-desa di sini, seseoranga harus menggantikannya. Ia bisa memberikan suntikkan, membersihkan luka, atau memberikan obat---seperti itulah. Itulah dokter saat perlu."

Maka bhikkhu muda itu memberikan ceramah dengan usaha terbaiknya, dan para bhikkhu yang menemaninya ikut berperan serta dan membantu menjawab semua pertanyaan yang hadir. Sekembalinya di vihara malam itu, ketika bhikkhu muda itu sedang melakukan meditasi jalan, kata-kata dalam ceramahnya terus mengiang dikepalanya. Hari berikutnya ia mengatakan hal ini kepada Ajahn Chah. "Ceramah saya berlangsung sepanjang malam" bhikkhu muda itu bercerita kepada Ajahn Chah.

Ajahn Chah tertawa, dan mengatakan, "Ya, baik jugalah [salah satu ujaran favorit beliau]. Itu membuatmu melihat ketidaktetapan, duka dan ketiadadirian."

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -