- Back to Home »
- 2016-04 April 2016 »
- Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha (12.04.2016)
Namo Buddhaya
"Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha"
Y. A. Shravasti Dhammika
12 April
Pada saat seseorang yang diliputi kemarahan, ada tujuh kondisi yang dapat menyebabkan kemenangan bagi musuhnya.
Apakah ketujuh kondisi itu ?
Pertama, ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku berpenampilan buruk." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka dengan penampilan baik musuhnya. Ia, karena diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, walaupun mandi, memakai parfum, berpotongan rambut dan jenggot yang menawan, serta berpakaian yang pantas, tetap akan berpenampilan buruk karena penampilannya.
Kedua, ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku tidak dapat tidur dengan nyenyak." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka lawannya dapat tidur dengan nyenyak. Ia , karena telah diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, walaupun berbaring di atas tempat tidur yang empuk, berselimut putih yang indah dan bersulam bunga, beralaskan kulit rusa yang lembut, dengan kelambu di atasnya dan bantal merah pada setiap sisinya, tetap tidak akan dapat tidur dengan nyenyak karena kemarahannnya.
Ketiga , ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku tidak berkecukupan ." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka lawannya hidup berkecukupan. Ia karena telah diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, mengira kerugiannya sebagai keuntungan, dan keuntungannya sebagai kerugian, karena ia selalu diliputi kemarahan.
Keempat, ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku menjadi miskin." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka lawannya memiliki kekayaan. Ia karena telah diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, walaupun memiliki harta kekayaan apa pun yang didapat dengan bekerha keras, melalui kekuatan dan cucuran keringatnya sendiri secara halal, tetap saja pemerintah akan menyita hartanya karena ia selalu diliputi oleh kemarahan.
Kelima, ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku tidak memiliki kemasyhuran." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka lawannya menjadi termasyhur. Ia, karena telah diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, walaupun memiliki kemasyhuran apa pun, tetap akan dilupakan orang karena ia selalu diliputi oleh kemarahan.
Keenam, ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku tidak mempunyai kawan." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka lawannya berkawan dengan orang banyak. Ia, karena telah diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, siapa pun kawan, sahabat dan sanak saudara yang miliki, semua akan menghindar dan menjauhinya karena ia selalu diliputi oleh kemarahan.
Ketujuh, ambilah contoh seseorang yang mengharapkan lawannya, " Aku berharap musuhku terlahir di alam neraka." Mengapa? Karena orang tersebut tidak suka lawannya terlahir di alam surga. Ia, karena telah diliputi dan dikuasai oleh kemarahan, akan melakukan perbuatan salah, baik dengan jasmani, ucapan maupun pikiran, sehingga dirinya sendirilah yang akan terlahir di alam neraka.
Inilah tujuh kondisi pada seseorang yang diliputi kemarahan yang akan menyebabkan kemenangan bagimusuhnya.
BUDDHA VACANA
(Sabda-sabda Sang Buddha)
Penerbit Karaniya