Posted by : Unknown Friday, April 15, 2016

Sejarah Singkat Guan Yu [ Untuk Menambah Wawasan ]

Sebagian besar orang bisa saja tidak mengenal nama Bodhisattva Sangharama,tetapi begitu melihat citra rupang seorang jendral gagah perkasa dengan jenggot panjang indah bergemulai dan paras muka merah lebam berkilau, maka mereka pasti akan langsung tahu. Ya, Bodhisattva Sang-harama adalah Guan Yu alias Guan Gong(Kwan Kong).Siapa tidak tahu Guan Yu? Banyak orang mengetahuinya dari cerita Sam Kok (KisahTiga Negara) dan game Dynasty Warrior.Namun, tahukah kita bagaimana latar be-lakang Guan Yu hingga dinobatkan se-bagai Dharmapala (Pelindung Dharma)dalam tradisi Mahayana Tiongkok?Guan Yu 關羽 (160 - 219 M), alias YunChang (雲長].
lahir pada tanggal 24 bulan6 Imlek, adalah penduduk asal Jiezhou,Hedong (sekarang Yun-cheng, Propinsi Shan-xi). Sejak kecil dididik dalam bidang kesusastraan dan sejarah. Beliau sangat menggemari kitab sejarah Chunqiu (Musim Semi dan Gugur) dan Zuozhuan (kitab sejarah karya Zuo Qiu-ming). Guan Yu memi-liki 3 anak: Guan Ping (關平), Guan Xing(關興) dan Guan Suo (関索). Salah satu watak istimewa yang dimiliki Guan Yu adalah jiwa setia dan ksatria, beliau berani membela yang lemah dan tertindas. Tahun 184, Guan Yu melarikan diri dari kampung halamannya setelah membunuh orang demi membela kaum lemah. Beliau menuju wilayah Zuo, kemudian berkenalan dengan Liu Bei (劉備) dan Zhang Fei(張飛). Liu Bei adalah anggota keluarga Kai-sar Kerajaan Han yang sedang merekrut prajurit untuk membasmi pemberontakan Serban Kuning.

Karena memiliki cita-cita yang sama, maka mereka bertiga menja-lin tali persaudaraan yang dikenal dengan sebutan Tiga Pertalian Setia di TamanBunga Persik. Semenjak itu,mereka ber-tiga berkomitmen sehidup semati memperjuangkan cita-cita penegakan hukum demi membersihkan Kerajaan Han dari gerogotan korupsi dan pengkhianatan.

Namun Kerajaan Han yang telah berdiri kokoh selama 400 tahun itu akhirnya terpecah men-jadi 3 kerajaan, yang mana Liu Bei sebagaisalah satu anggota keluarga kerajaan me-nyatakan diri sebagai penerus Dinasti Han. Erainilah yang kemudian terkenal dengan sebutanSan Guo (Sam Kok - Tiga Negara). Perjuangan keras tiga bersaudara Taman Bunga Persik untuk mempersatukan Tiongkok tidak berhasil. Begitulah hingga usia 60 tahun, Guan Yu bersama putranya, Guan Ping, akhirnya gugur dalam pertempuran.Meskipun demikian, rasa hormat terhadap Guan Yu tidak serta merta lenyap seiring dengan gugurnya pahlawan berparas merah lebam ini. Keberanian, kesetiaan dan jiwa ksatria beliau menjadi kisah harum dalam masyarakat Tionghoa selama turun temurun.

Banyak tokoh dalam Kisah Tiga Negara yang di kemudian hari menjadi dewa pujaan bangsaTionghoa. Yang lebih banyak dijumpai adalah kuil pemujaan bagi Guan Yu, Zhang Fei dan Zhu Ge liang.  Khusus untuk Guan Yu, salah satu dari lima jendral utama Liu Bei, sejak Dinasti Song dan Yuan, pemujaan terhadap beliau berkembang sangat pesat, bahkan pada awal Dinasti Qing telah menyebar hampir keseluruh pelosok Tiongkok, sehingga tak heran kalau kaum wanita dan anak-anak tidak ada yang tidak tahu akan Dewa Perang satu ini.Tercatat semenjak tahun 1102 semasa kekuasaan Kaisar Hui-zong dari Dinasti Bei Song(Song Utara), kemudian Dinasti Nan Song(Song Selatan), Dinasti Yuan, Dinasti Ming hingga Dinasti Qing tahun 1828, beberapa kaisar menganugerahkan gelar kehormatanbagi Guan Yu. Sebutan kehormatan San-xi-Fu-zi atau San-xi Guan -Fu-zi (山西夫子– Suci-wan dari Shanxi) adalah diberikan oleh Kaisar  Qian Long pada tahun 1736. Sebutan Fuzi hanya dimiliki olehdua orang, salah satunya dan yang pertama adalah Konfusius(Konghucu) yang disebut sebagai Shandong Fuzi (山东夫子–Suciwan dari Shandong). Dua Fuzi ini seakan menjelaskan filosofi  bangsa Tionghoa yang menekankan pentingnya perpaduan Wen (文– sastra, sipil) dengan Wu (武– silat, militer),yang mana dalam hal Dua Suciwan Fuzi ini Konfusius adalah Wen, sedang Guan Yu adalah Wu.Selain itu, dalam kalangan spiritual, dikenal pula kisah perjodohan Guan Yu dengan ajaran Buddha, sebuah ajaran kebenaran sejati yang menembus kepekatan misteri dimensi ruang dan waktu. Ya, Guan Yu menjadi siswa Buddha setelah beliau gugur.Nama Lengkap: Guan YunchangAnak: Guan Ping (anak angkat, A.D. 182), Guan Xing (A.D.193), Guan Suo (A.D. 194)Cucu: Guan Tong (anak dari Guan Xing, A.D. 224), Guan Yi(anak dari Guan Xing, A.D. 226)

Akan Dilanjutkan dengan Awal Mula Sebagai Pelindung Dharma.


Penerbit:
Buddhist Education Center Surabaya

Penyusun:
Hendrick Tanuwidjaja (Upasaka Vimala Dhammo / Yeshe Lhagud)

Editor: Tjahyono Wijaya

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -