Posted by : Unknown Monday, April 18, 2016

Namo Buddhaya, selamat pagi, selamat beraktifitas kembali

Membuat Batin Di Bawah Kendali Kita.
Ven Ajahn Chah

Apa pun keadaan batin yang muncul, bahagia atau tidak bahagia, jangan dihiraukan---kita seharusnya senantiasa mengingatkan kita sendiri, "Ini tidak pasti."

Ini adalah sesuatu yang orang tidak sering renungi; bahwa "ini tidak pasti". Hanya inilah faktor kunci yang akan memunculkan kebijaksanaan. Demi mengakhiri kedatangan dan kepergian kita, serta menemukan kedamaian, kita hanya perlu mengatakan "ini tidak pasti". Kadang kita mungkin terganggu oleh sesuatu hal, sampai-sampai air mata bercucuran, itu sesautu yang tidak pasti. Ketika suasana hati nafsu akan kebencian datang pada kita, kita cukup mengingatkan kita akan satu hal ini. Entah kita berdiri, berjalan, duduk atau berbaring apa pun yanag muncul adalah tidak pasti. Tidak bisakah Anda melakukan ini? Tetaplah begini entah apapun yang terjadi, Cobalah. Anda tidak memerlukan banyak--cuma ini saja akan manjur. Ini adalah sesuatu yang membawa kebijaksanaan.

Cara saya berlatih meditasi tidak begitu rumit--hanya inilah yang segalanya akan berpokok "Itu tidak pasti". Semuanya bertemu dititik ini.

Anda tidak perlu menelusur semua ragam pengalaman batin. Ketika Anda duduk dalam meditasi, mungkin ada berbagai keadaan batin yang muncul, melihat, dan mengetahui segala macam hal, mengalami keadaan yang berbeda-beda. Jangan ikuti mereka, dan jangan terperangkap di dalam mereka. Anda hanya perlu mengingatkan diri sendiri bahwa mereka tidak pasti. Itu saja cukup. Itu sederhanan, dan itu mudah untuk dilakukan. Kemudian Anda bisa berhenti. Pengetahuan akan datang, namun pada saat itu jangan terlalu menganggap penting pengetahuan itu atau melekat kepadanya.

Pemahaman akan hal-hal ini selalu tepat waktu dan relevan. Pada segala waktu, ketidaktetapanlah yan berkuasa. Anda seharusnya bermeditasi akan hal ini.

Kata-kata benar dan sejati para bijak tak akan kekurangan menyebut tentang ketidaktetapan, maka itu bukan ucapan orang bijak. Itu bukan ucapan orang-orang yang tercerahkan; itu disebut ucapan yang tidak menerima kenyataan keberadaan.

Sebagaimana saya lihat, begitu kita memiliki pengetahuan benar, batin akan dibawah kendali kita. Apa maksudnya kendali ini? Kendali ini ada di dalam anicca, mengetahui bahwa segala sesuatu tidak tetap. Segalanya berhenti disini ketika kita melihat dengan jernih, dan anicca menjadi sebab bagi kita untuk melepas. Kemudian kita biarkan segalanya terjadi, menurut sifat alami mereka. Jika tidak ada yang muncul, kita berdiam dalam ketenangseimbangan, dan jika sesuatu muncul, kita merenung; apakah ini menyebabkan kita menderita? Apakah kita berpegang kepadanya dengan kelekatan yang mencengkeram? Apakah ada sesuatu disana? Inilah yang menyokong dan mempertahankan latihan kita. Jika kita berlatih dan sampai ketitik ini, saya rasa setiap dari kita akan merealisasi kedamaian sejati. Jika kita mencapai tempat pengenalan kebenaran ini, kita akan menjadi orang yang tidak ruwet, tidak menuntut, puas dengan apa yang kita miliki, mudah bagi orang lain untuk bicara kepada kita, dan tidak angkuh dalam perilaku kita. Tanpa kesukaran atau masalah, kita akan hidup dengan nyaman. Orang yang bermeditasi dan merealisasi batin yang hening akan menjadi seperti ini.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -