Posted by : Unknown Wednesday, April 6, 2016

Dalam pandangan umum, dipercaya bahwa "Kesabaran ada batasnya".
Ketika berhadapan dengan pengalaman yang tidak menyenangkan satu atau dua kali, seseorang mampu bersabar dan menerima. Akan tetapi, jika pengalaman yang tidak menyenangkan tersebut datang silih berganti kerapkali, seseorang kehilangan kesabarannya.

Dalam pandangan Buddhis, kesabaran jika dikembangkan tiada batas. Kesabaran dapat terus berkembang tak terbatas dan mampu menjadi alat ampuh untuk menghadapi segala pengalaman pahit jika kesabaran tersebut tumbuh seiring dengan kebijaksanaan.

Kebijaksanaan yang menumbuhkan kesabaran dapat muncul seperti melalui pemahaman mengenai manfaat kesabaran, melihat bahaya kemarahan, dll.

Bh. Santacitto Navakapabbajita

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -