Posted by : Unknown Monday, April 4, 2016

Sebuah renungan Renungan oleh Bhante Victor Jaya Kusuma. Di suatu desa , tersebutlah seorang peternak ayam. Suatu hari sang peternak ayam itu sedang barjalan di hutan, secara tidak sengaja menemukan sebutir telur yang lebih besar dari telur ayam. Dalam pikirannya dia akan mencoba untuk menetaskan telur tersebut yang memang kebetulan di peternakannya ada ayam yg sedang mengerami telurnya. Beberapa hari kemudian telur2 ayam tersebut menetas semuanya, ternyata telur yang ditemukan sang peternak itu adalah telur rajawali. Setiap hari anak rajawali tersebut bertingkah laku seperti saudara2 ayamnya,baik cara makannya juga tingkah lakunya. Setelah beberapa bulan kemudian , jadilah si burung rajawali muda yang bertingkah seperti ayam yang pastinya tidak dapat terbang seperti saudara ayam2nya. Suatu hari sang rajawali muda melihat ke atas langit ada beberapa ekor burung rajawali yang sedang berterbangan di angkasa,sang rajawali muda ini merasa heran. Tidak berapa lama ada seekor rajawali yang sedang terbang , terbang menghampiri rajawali muda itu sambil berkata: Koq kamu tidak bisa terbang? Padahal kamu itu masih muda?” “Aku memang tidak bisa terbang,seperti saudara2 ku itu !” Jawab sang rajawali muda itu, “ Kamu bisa terbang koq!” kata rajawali yang terbang tersebut. Karena kesal maka sang rajawali yang terbang tadi mencengkram tubuh rajawali muda itu dan dibawa terbang tinggi, sang rajawali muda menjadi sangat panik setelah terbang sangat tinggi dari bumi. Sampai diatas ketinggian maksimal, sang rajawali itu melepaskan tubuh sang rajawali muda yang sedang panik, ternyata sang rajawali muda yang panik ini mencoba mengepakkan sayapnya,ternyata dia bisa terbang seperti burung rajawali lainnya. Dari cerita diatas dapat kita artikan, bahwa Sang Buddha telah membawa kita kejalan menuju pencerahan dan pembebasan sejati dari kelahiran kembali, karena kita lebih banyak terpengaruh oleh lingkungan dan keadaan juga kebiasaan orang2 lainnya disekitar kita yang tidak mengenal ajaran Buddha dan Dhamma. Sehingga kita lupa atau pun melalaikan diri dalam ajaran Buddha , kita tidak menjalankan ajaran-Nya secara benar. Di Dalam ajaran Buddha kita sebagai manusia juga mempunyai kesempatan untuk menjadi Buddha seperti Budha-Buddha terdahulu , jika kita memang mempunyai tekad dan benar2 mau berusaha dalam berlatih seperti ajaran Buddha.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -