Posted by : Unknown Thursday, April 7, 2016

Namo Buddhaya

"Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha"
Y. A. Shravasti Dhammika
8 April

Sekalipun seseorang memegang ujung jubah-Ku (Tathagata) dan berjalan mengikuti di belakang-Ku terus, jika ia seorang yang penuh iri hati, besar nafsu keinginannya, berhati dengki, dengan pikiran culas, ceroboh, dan tak terkendali, pembuat keonaran, berpikiran kacau, dan indera-inderanya tak terkendali, ia sesungguhnya jauh dari-Ku. Mengapa? Karena ia tidak melihat Dhamma, dan dengan tidak melihat Dhamma, berarti ia tidak melihat-Ku.

Sekalipun seseorang tinggal seratus kilometer jauhnya dari-Ku, jika ia tidak diliputi dengan iri hati, terkendali nafsu keinginannya, penuh rasa simpati dan memiliki batin yang suci, penuh perhatian, pikirannya terarah, tenang, terkonsentrasi, dan indera-inderanya terkendali, sesungguhnya ia dekat dengan-Ku dan Aku dekat dengannya. Mengapa? Karena ia melihat Dhamma, berarti ia melihat-Ku

Walaupun secara fisik berdekatan, jika seseorang selalu tamak dan penuh curiga,
betapa jauhnya orang yang selalu bergolak (batinnya) itu dengan orang yang tenang,
orang yang selalu terbakar (api kemarahan) dengan orang yang penuh kedamaian,
orang yang penuh nafsu keinginan dengan orang yang puas dengan keadaannya!

Tetapi dengan mengerti Dhamma sepenuhnya, dan bebas dari nafsu keinginan karena sudah menyadari,
seorang bijaksana yang bersih dari nafsu keinginan,
akan setenang air kolam yang tidak tertiup oleh angin.
Betapa dekatnya orang yang selalu tenang dengan orang yang tenang,
orang yang selalu penuh kedamaian dengan orang yang penuh kedamaian,
orang yang puas dengan keadaannya dengan orang yang puas dengan keadaannya!

BUDDHA VACANA
(Sabda-sabda Sang Buddha)
Penerbit Karaniya

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -