Posted by : Unknown Wednesday, April 6, 2016

Namo Buddhaya

"Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha"
Y. A. Shravasti Dhammika

7 April

Seorang yang bijak memiliki empat hal. Apakah keempat hal itu ?

Tentang hal ini, seorang bijaksana tidak akan membicarakan keburukan  orang lain, sekalipun jika ditanya, apalagi jika tidak ditanya.
Namun, jika ditanya tentang hal itu dan ia perlu untuk  berbicara , sepatutnya ia mengemukakan keburukan orang lain dengan hati-hati, dengan keraguan dan sangat singkat. Inilah arti dari perkataan, "Orang tersebut bijaksana".

Selanjutnya , seorang bijaksana
sekalipun tidak ditanya, berbicara tentang kebaikan orang lain,  apalagi jika ditanya.
Namun, jika ditanya tentang hal itu dan ia perlu untuk  berbicara , sepatutnya ia memuji kebaikan orang lain dengan terus terang, tanpa keraguan dan jelas. Inilah arti dari perkataan, "Orang tersebut bijaksana".

Sekali lagi, seorang bijaksana,
sekalipun tidak ditanya, berbicara tentang kelemahannya sendiri  apalagi jika ditanya.
Namun, jika ditanya tentang kelemahannya sendiri  dan ia perlu untuk  berbicara , sepatutnya ia berbicara  tentang kelemahannya sendiri  dengan terus terang, tanpa  keraguan dan jelas. Inilah arti dari perkataan, "Orang tersebut bijaksana".

Akhirnya, seorang bijaksana, sekalipun ditanya, tidak akan membicarakan kehebatannya sendiri,  apalagi jika tidak ditanya.
Namun, jika ditanya tentang  kehebatannya sendiri  dan ia perlu untuk  berbicara , sepatutnya  ia berbicara tentang kehebatannya dengan hati-hati, penuh
keraguan dan sangat singkat. Inilah arti dari perkataan, "Orang tersebut bijaksana".

BUDDHA VACANA
(Sabda-sabda Sang Buddha)
Penerbit Karaniya

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -