Posted by : Unknown Monday, April 4, 2016

Namo Buddhaya "Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha" Y. A. Shravasti Dhammika 4 April Ada empat hal yang membawa ke arah kemajuan duniawi, yaitu : penuh perhatian, selalu berhati-hari, mempunyai banyak sahabat, dan kehidupan yang seimbang. Apakah yang dimaksud dengan penuh perhatian itu? Tentang hal ini, mata pencaharian apa pun yang seseorang miliki, apakah itu bertani, berdagang, beternak, bekerja di pemerintahan, atau seniman, harus dilakukan dengan trampil, dan tak kenal lelah. Ia juga harus mampu mewujudkan apa yang ada di dalam pikirannya menjadi hasil pekerjaan, dan dapat mengatur serta melaksanakan pekerjaan dengan baik. Apakah yang dimaksud dengan selalu berhati-hati itu? Tentang hal ini, apa pun yang telah seseorang dapatkan dari pekerjaan dan usahanya, yang dikumpulkannya dengan kekuatan tangan dan cucuran keringat secara halal, haruslah dihemat, dijaga, dan disimpan dengan baik sehingga tidak disita oleh pemerintah (karena melangggar hukum), dicuri, dimusnahkan oleh api atau banjir, dan tidak dihamburkan oleh ahli waris yang boros. Dan apakah yang dimaksud dengan mempunyai banyak sahabat itu? Tentang hal ini, dimana pun seseorang tinggal, ia harus bergaul, berkomunikasi, dan bertukar pikiran dengan orang lain, baik tua maupun muda, yang sopan, penuh dengan keyakinan, kebajikan, kemurahan hati, dan kebijaksanaan. Seseorang harus berbuat sesuai dengan keyakinan, kebajikan, kemurahan hati, dan kebijaksanaannya. Dan apakah yang dimaksud dengan kehidupan yang seimbang itu? Tentang hal ini, seseorang harus mengetahui baik jumlah penghasilan maupun pengeluarannya, tidak hidup foya-foya atau pun terlalu hemat, mengetahui bahwa penghasilannya lebih besar daripada pengeluaran dan pengeluarannya tidak melebihi penghasilan. Seperti seorang pandai emas mengetahui ketika menimbang emas, berapa banyak emas yang harus ditambahkan atau dikurangi, demikian pula seseorang harus mengetahui penghasilan dan pengeluarannya. Bila seseorang dengan penghasilan yang kecil ingin hidup mewah, akan ada orang yang berkata,"Ia menikmati kekayaannya seperti seekor ulat pemakan apel." Demikian pula, bila seseorang yang berpenghasilan cukup, hidup sedemikian kikir, akan ada orang yang berkata,"Ia akan meninggal seperti seorang pengemis". Ada empat cara yang membuat kekayaan seseorang dapat lenyap, yakni hidup mewah, mabuk-mabukan, berjudi, dan berteman dengan para penjahat. Bayangkanlah sebuah tangki air yang besar dengan empat lubang pengisian dan pengeluaran, dan seseorang berusaha menutup lobang pengisian tetapi membiarkan lubang pengeluaran terbuka. Jika tidak ada hujan, kita dapat menduga bahwa air dalam tangki tersebut akan berkurang. Dengan cara yang sama, kekayaan akan lenyap melalui empat cara tersebut di atas. Ada empat cara yang membuat kekayaan seseorang yang telah dikumpulkan dapat terpihara, yakni : hindarkan hidup mewah, mabuk-mabukan, berjudi, dan berteman dengan para penjahat. Bayangkanlah sebuah tangki air yang besar dengan empat lubang pengisian dan pengeluaran, dan seseorang berusaha membiarkan lobang pengisian terbuka tetapi menutup lubang pengeluaran. Jika ia melakukan hal ini dan turun hujan lebat, kita dapat menduga bahwa air dalam tangki tersebut akan bertambah. Dengan cara yang sama, kekayaan akan terpelihara melalui empat cara tersebut di atas. BUDDHA VACANA (Sabda-sabda Sang Buddha) Penerbit Karaniya

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -