- Back to Home »
- 2016-04 April 2016 »
- Para Buddha dan Boddhisatta
Namo Buddhaya, selamat pagi teman-teman sedhamma
Para Buddha dan Bodhisatta
Ven Luongpoh Chah
Anda bisa mengatakan bahwa kita adalah mahluk hidup pada umumnya yang berjuang "mahluk tercerahkan, "Bodhisatta". Inilah hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Buddha yang penuh berkah.
Ketika batin tertutupi ketamakan, kebencian, dan kekelirutahuan, itulah namanya mahluk hidup. Namun kapanpun kita punya brahmavihara, "kedamaian luhur" akan cinta kasih, welas asih, ikut bahagia, dan ketenangan dan keseimbangan yang kukuh dalam hati kita, maka kita bisa disebut mahluk unggul, atau kita juga bisa disebut Bodhisatta. Bahkan mahluk-maluk tanpa sifat seperti itu bisa mengembangkan diri dan akhirnya menjadi tercerahkan. Pada masa silam, mahluk yang bakal menjadi Buddha juga hanya manusia biasa. Namun ia mengembangkan dirinya menjadi mahluk unggul, mahluk yang diliputi dengan brahmavihara, sehingga ia disebut Bodhisatta. Kemudian, lewat perenungan tekunnya untuk mengetahui kebenaran, untuk mengetahui realita ketidaktetapan, duka, dan ketiadadirian, ia meraih pengetahuan penuh dan tercerahkan sebagai Buddha. Jadi jangan punya gagasan bahwa cuma ada satu Buddha. Buddha yang tunggal sesungguhnya adalah saccadhamma, kebenaran, dan siapa pun yang tercerahkan akan kebenaran, adalah Buddha. Maka, mungkin saja ada ratusan atau ribuan Buddha, namun mereka semua akan mengikuti jalaur yang sama ini, yaitu Pandangan Benar.
Ya, ada satu Buddha, yaitu Pandangan Benar. Siapa pun yang sadar terhadap Pandangan Benar tidaklah berbeda dari Buddha. Jadi Buddha dan mahluk hidup pada umumnya tidaklah jauh berbeda. Ini adalah sesuatu yang harus disadari di dalam. Menyadari kebenaran batin hakiki, kita akan melihat bahwa adalah mustahil untuk menjabarkan atau memberikannya kepada pihak lain. Tidak ada cara untuk menunjukkannya dan tidak ada satupun yang bisa dibandingkan dengannya. Batin hakiki berada di luar kata-kata atau suatu konsep. Dalam mengajari orang lain, kita bergantung pada hal-hal eksternal untuk menyampaikan gagasan, namun penyadaran kebenaran harus dituntaskan oleh masing-masing individu. Tidak ada mahluk lain yang dapat mensucikan atau mencerahkan mahluk lain, kecuali diri sendiri masing-masing individu.