Posted by : Unknown Friday, April 8, 2016

Namo Buddhaya, selamat siang.

Mempelajari Dhamma
Ven Ajahn Chah

Ada sementara orang yang menjalani latihan bahkan setelah satu atau dua tahun, tetap tidak mengerti apa-apa. Mereka tetap tidak memiliki keyakinan akan latihannya, sehingga tidak bisa melihat segala sesuatu disekelilingnya sebagai Dhamma. Padahal bila kita telah mengenali pikiran ini, dan tumbuh sati sebagai landasan untuk menelaah pikiran, muncul suatu kebijaksanaan bagi kita untuk belajar Dhamma.

Kita dapat mempelajari Dhamma dari alam sekeliling kita, dari pepohonan misalnya. Sebatang pohon lahir karena sesuatu sebab dan tumbuh mengikuti hukum alam. Disini pohon itu sedang menunjukkan Dhamma kepada kita, namun kita tidak mengerti. Dalam kehidupannya, pohon tumbuh dan berkembang terus hingga muncul pucuk, bunga dan buahnya muncul. Kita hanya melihat bunga dan buah yang tumbuh di pohon itu, tidak merenungkannya lebih lanjut. Kita tidak mengetahui betapa pohon itu sedang mengajari kita Dhamma. Kita pun begitu saja memakan buahnya tanpa menyadari; manis, asam, asin-hakikat buah itu. Inilah Dahmam, ajaran tentang buah. Selanjutnya dedaunan pohon itu pun kemudian menguning, mati, dan berguguran. Yang kita lihat hanyalah daun-daun kuning yang jatuh. Kita menginjak-injaknya, atau menyapunya begitu saja, tanpa memperhatikannya ; dan kita pun tetap tidak sadar bahwa alam sedang mengajari kita. Belakangan daun-daun yang baru pun mulai tumbuh, dan kita pun tidak melihat makna yang terkandung di balik itu. Kita hanya menggapai kebenaran semu.

Tanpa membawanya ke dalam dan menelitinya lebih jauh, kita tidak dapat melihat betapa kelahiran pohon itu dan keliharan kita tiada bedanya. Tubuh kita lahir dan ada tergantung pada kondisi-kondisi, pada elemen-elemen tanah, air, angin dan api. Ia pun kita beri makan, sehingga tumbuh, dan tumbuh. Tiap bagian dari tubuh kita berubah dan berjalan secara alami - rambut, kuku, gigi, dan kulit kita, semuanya berubah. Lihat! tiada bedanya dengan sebatang pohon. Dengan memperhatikan alam sekitar, kita akan mengetahui diri sendiri.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -