Posted by : Unknown Monday, April 4, 2016

Namo Buddhaya Kisah ke 1 Bakti Anak Kepada Orangtua "Bila Anak Tidak Berbakti, Kesalahan Bermula Dari Orangtua" Di sebuah desa di Tiongkok, hidup seorang kakek dengan seorang putranya beserta menantu dan seorang cucu lelakinya. Sang kakek sudah lanjut usia, sehingga tubuhnya mulai lemah, dan renta dengan mata yang rabun, pendengaran yang kabur serta gigi yang sudah tidak lengkap sehingga menyulitkannya saat makan. Demikian pula tangan dan kakinya sudah tidak stabil lagi, dan pada waktu hendak makan bersama keluarganya ,seringkali karena tangannya gemetar berakibat mangkuk makannya terjatuh dan pecah. Karena kejadian demikian telah berulang kali terjadi, membuat putra dan menantunya menjadi kesal dan timbul rasa benci kepada sang kakek. Kemudian putra dan menantunya memberikan ke sang kakek sebuah mangkuk kayu sebagai tempat makannya dan si kakek "diungsikan" diluar rumah. Mendapat perlakuan demikian, sang kakek tidak dapat berbuat apa-apa, hanya diam menerima perlakuan tersebut dengan berlinangan air mata. Sejak itu, si kakek dengan kesepian melewati hari demi hari dengan mangkuk bututnya. Pada suatu hari, sang cucu berada di beranda rumah dan dengan pisau kecil di tangannya , mencoba melubangi sebatang kayu kecil. Ayah dan ibunya keheranan melihat hal itu dan bertanya kepada anaknya, " Nak, apa yang sedang kamu lakukan?. Untuk apa kayu dilubangi dengan pisau?" Sang anak dengan lugunya menjawab," Saya melihat ayah dan ibu memberikan mangkuk kayu untuk kakek menaruh nasi, dan saya sekarang mau membuatkan sepasang mangkuk kayu supaya nanti kalau ayah dan ibu sudah tua, maka bisa saya berikan juga untuk dipakai seperti kakek sekarang ini". Putra dan menantu sang kakek begitu kagetnya mendengar perkataan yang polos dari anaknya. Perasaan suami istri disamping terkejut, tercampur sedih dan haru. Keduanya saling berpandangan dan menangis. Mulai hari itu, putra dan menantunya berubah sikap, dengan penuh hormat melayani sang kakek dan mereka berempat melewati hari-hari penuh bahagia. Bakti Pokok Kebajikan Dunia Kata Pendahuluan oleh Lie Chi Hua Yayasan Maha Dharma Telah disunting

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blog Archive

Powered by Blogger.

- Copyright © Dhamma Cittapali -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -